Iklan

CHAPTER 7 NECROMANCER



CHAPTER 7
TITLE : ASGARDIA 2
BY : Nana Anisa

Begitu mendengar suara erren, orang itu langsung menoleh dan melirik tajam ke arah nya..

"SRATTT!!"

sebuah belati bewarna keperakan melesat cepat melewati lengan bahu erren hingga membuat pakaiannya robek dan sedikit tergores. Arrgg.. terdengar suara rintih erren dari bibir nya sembari memegangi lengan bahu nya.

"Erren!! Kau tidak apa2?!!" Terkejut nell.

"Ti..tidak.. aku tidak apa2.. hanya tergores sedikit..." ujar erren dengan rintihan kecil.

"Hey kau!! Apa mu?! Kenapa kau menyerang kami?!" Bentak nell kepada sosok pria berjambang dan bertubuh kekar itu.

"Ssttt...Sudahlah nell.. aku tidak ada apa2..."

"Ada keperluan apa kalian datang kesini..?" Tanya lelaki berjambang dan bertubuh kekar itu dengan santai sembari menatap ke arah erren dengan sangat tajam.

"Ka.. kami... pendatang baru di kota di kota ini.. ka...kami...datang, tidak bermasuk macam2.. hanya saja ka.. kami.. ingin, menemui paman karena ingin.... menanyakan sesuatu..." jawab erren sambil terbata bata.

"Apa yang ingin kalian tanyakan?"

"A... apa... paman mengenal seorang gadis berambut pirang yang datang kesini, dan... tinggi seperti ku, dan juga...."

"Cukupp!!" Sentak lelaki itu sebelum erren menyelesaikan perkataannya.

"Aku tau siapa yang kau cari..."

"Maksud paman?"

"Serena..."

"Se...serena? Tapi orang yang kami cari adalah Jane Stanline bukan serena? Tunggu dulu! Jadi nama jane yang sesungguhnya adalah... serena...?" Erren terkejut ketika mengetahui nama Jane yang sesungguhnya.

"Aku sudah tau kau mencarinya...aku sudah banyak mendengar tentang mu dari serena..aku tak menyangka putra nya  Marlin datang kemari.."

"Pa.. paman.. mengenal ayah ku? "

"tentu saja, aku sangat mengenal ayahmu.. bahkan saat dia terbunuh pun aku melihat nya dengan mata kepala ku sendiri.." jelas pria bertubuh kekar itu sambil memutar memori masa lalu nya kembali.

"Paman... aku ingin membalaskan dendam ayahku.."

"Apa maksud mu?! Mustahil kau mengalahkan arlene dan anak buah nya  sendirian.."

"Aku tau, tapi tujuan ku sekarang hanyalah itu paman.. bisakah  paman membantu ku..? Tujuan ku kesini juga untuk serena..serena meninggal kan pesan untuku untuk datang ke dunia ini.. pasti ada sesuatu yang ia tinggalkan disini bukan..? " jelas erren.

"Itu memang benar.., tapi saat ini kau belum siap.."

" apa maksud paman? " tanya kembali erren.

"Kekuatan mu belum cukup bahkan kemampuan bertarung mu masih sangat lemah kau belum siap menyebrang ke asgardia untuk menyelamatkan serena dan juga membalaskan kematian ayahmu..."

" maksud paman, Apakah seseorang menahannya ?"

"Itulah masalah nya, aku mendengar kabar bahwa dia tertangkap dan di bawa oleh Dimitri dan Lumiere mereka  berdua adalah necromancer dari Barat yang bertugas menangkap dan mengawasi dunia manusia dari necromancer liar.. kemungkinan sekarang serena berada di penjara Doldrums ( Penjara Keputusasaan )"

" Apa?! Jadi apa yang harus ku lakukan sekarang paman?!" Tanya erren yang terkejut dan mulai gegabah.

"Tidak ada..."

"Yang benar saja paman, aku tidak bisa membiarkan serena di tahan oleh mereka! Aku harus menyelamatkan nya dan membalas kematian ayah dan ibuku!!"

"Sudah ku katakan padamu kau belum siap!! Bahkan menghindari serangan belati ku saja kau masih belum cukup!! Bagaimana kau ingin bertarung melawan mereka?!!"

"Aku pasti bisa mengalahkan mereka!!" Bantah erren

"Mustahil!! Bahkan dengan kekuatan mu yang sekarang kau pun belum bisa mengendalikan nya!!"

"Aku akan mencoba nya paman!!" Sekali lagi Bantah erren dengan keras.

"Kau keras kepala!!"

"Tidak!! Aku percaya  aku bisa.. ini demi serena dan kedua orang tua ku... jadi.... bantulah aku paman, bantulah aku... bawa aku ke asgardia.."

"Aku tidak akan membantu sekalipun kau memohon..!"

"Kumohon paman....aku... tidak ingin kehilangan teman ku sama seperti kehilangan kedua orang tua ku...jadi... kumohon paman, bawa aku ke asgardia...aku ingin membawa serena kembali..." sekali lagi erren memohon dan mendadak berlutut di depan pria bertubuh kekar  tersebut.

"Baiklah...aku akan membawa mu ke asgardia...tapi... jika sesuatu terjadi padamu, aku tidak bisa membantumu.. asgardia adalah dunia antara kematian dan kehidupan...banyak sekali necromancer, grim reaper bahkan penyihir disana..salah2 kau akan terbunuh oleh salah satu di antara mereka..aku sudah memperingatkan mu nak...Tapi kau tetap keras kepala..Sekarang terserah kau saja.. aku paham kenapa serena memberi pentujuk dirimu untuk datang ke sini.. karena dia ingin aku membawa mu ke asgardia.. tidak ku sangka, bahkan setelah ayahmu meninggal pun, serena masih tetap setia kepadanya.. " jelas panjang lebar pria itu..

"Jadi... kapan kita akan kesana paman?"

"Besok malam.. aku akan menunggu mu tepat di portal pintu masuk ke kota ini.. kita tidak akan melewati kota ini.. kita ambil jalan memutar melewati lembah, setelah itu kita sampai di hutan sihir, rumah para kurcaci. kita akan melewati hutan itu dan jika kita cerdik maka kita akan lolos dari para kurcaci, keluar dari hutan sihir kita akan menuruni tebing tak berujung.. dibawah sanalah gerbang barat asgardia...aku hanya bisa mengantar mu sampai gerbang...tapi.... aku memperingatkan mu nak.. ketika kau memasuki asgardia, maka kau tidak akan bisa kembali lagi..kecuali kau memiliki pedang Troya milik ayah mu.."

"Darimana paman tau soal pedang Troya?!" Tanya erren terkejut karena selain dirinya ternyata ada org lain yg tau.

"Aku mengenal ayahmu dengan sangat baik nak.. aku berharap kau pulang dengan selamat..bagaimanapun kau adalah seorang manusia setengah necromancer...banyak yang ingin memburumu untuk membunuh mu khususnya arlene dan pengikutnya.. pergi ke asgardia sama saja kau memasuki sarang ular..tapi jika ini takdir mu maka itulah yang harus kau jalani..."

"Terima kasih paman atas saran nya.. aku yakin aku bisa.. aku percaya bahkan hanya dengan kemampuan ku yang sekarang.. aku pasti bisa membawa kembali serena dan membalaskan kematian kedua orang tua ku..aku percaya Dia ( tuhan ) pasti akan membantuku di setiap perjalanan ku.."

"Baiklah.. besok malam pukul 9 aku akan menunggumu di portal.. pastikan kau datang tepat waktu.. dan juga.. berhati hatilah... jangan sampai ada org yang tau kau kemari.. sangat berbahaya jika anak buah arlene tau kau berada di asgardia..."

"Baiklah paman.. aku tau.. sekarang aku akan kembali.. aku teringat kalau aku meninggalkan sesuatu di capel.. "

"Baiklah.. dari sini kau harus berhati hati nak.."

Membalas dengan anggukan akhirnya erren memutuskan kembali ke dunia manusia.

"Ayo kita kembali nell.. besok malam akan ada perjalanan panjang untuk kita.. "

Nell mengangguk disertai senyuman  dan terbang hinggap di bahu erren.

"Kau luar biasa erren... "  ujar nell dalam hati diam2 memperhatikan erren.

Keesokan harinya, erren mulai berkemas sambil membawa keperluan yang harus di bawa.. ia sudah menyiapkan beberapa pakaian dan makanan jika memang diperlukan. Ia mengira ngira apa yang seharusnya penting untuk di bawa. Sudah pasti makanan yang paling utama karena kemungkinan perjalanam mereka akan sangat panjang..

"Hei... yang benar saja, kau bukan pergi ke luar negeri bukan?.. mengapa kau membawa seluruh pakaian mu?" Ujar nell bingung melihat erren yang memasukan beberapa baju ke dalam ransel nya.."

"Ini untuk jaga2 jika pakaian ku robek seperti kemarin.. kau tidak akan tau kapan pakaian mu  kotor atau rusak.. jadi ini untuk persediaan.. sisanya adalah makanan selama perjalanan.." jelas erren.

"Oke.. oke.. baiklah terserah kau saja" balas nell sambil mengernyit bingung.

Tak lama  kemudian erren membuka pintu lemari yang satunya lagi dan mengambil soul weapon milik serena dan kotak kecil yang membungkus batu delvendor yang tersimpan di dalam kotak kayu panjang tepat di  bawah pakaian nya.

"Syukurlah, ini aman.. aku sempat khawatir karena aku meninggalkan nya di capel.."

"Dasar kau! Ceroboh sekali..! Kau tau betapa beharganya tiga benda itu bukan?!" Jawab ketus nell.

"Hahaha aku tau nell.. ohya..sebelum kita berangkat nanti malam, aku ingin sekali mengunjungi makam bapa.. aku sudah lama tidak mengunjungi nya sejak terakhir kali.

Aku ingin berpamitan dengan nya.. " ujar erren yang mendadak sedih dengan mata sayunya sambil menerawang mengingat biarawan andres. Tiba2 Nell terbang mendekati erren, menyentuh bahu nya dengan sayap biru bercahaya milik nya.

"Baiklah, sebelum berangkat aku akan menemani mu ke pemakaman menemui bapa.." singkat nell menghibur erren yang mendadak tenggelam dalam kesedihannya.

Tak lama kemudian, erren pun sudah bersiap siap untuk meninggalkan capel bersama Nell. Semua lilin di dalamnya ia matikan. Sambil memanggul tas ransel dan juga soul weapon milik serena yang terlihat berat jika di bawa. Namun erren tetap biasa saja tanpa kesulitan apapun. Sebelum menutup pintu capel ia menoleh kedalam untuk terakhir kalinya.

"Aku pasti  akan kembali..." ucapnya dengan halus sambil menutup pintu capel. Tedengar bunyi gema pintu yang tertutup, menandakan perjalanan nya baru saja di mulai.

Erren berjalan tanpa ada rasa ragu ataupun gundah di hatinya. Ia sangat yakin bahwa keputusannya sudah tepat, ia percaya kalau semuanya akan berjalan lancar walau ia tau dalam perjalanya akan banyak sekali menemui kesulitan dan bahkan, bisa saja nyawa nya menjadi taruhan. Tapi itu tidak membuat nyalinya mundur, ini adalah takdir nya sebagai manusia setengah necromancer. Dan pastinya inilah yang seharusnya ia lakukan jika ingin menemukan rahasia dan jawaban tentang dirinya sendiri. Tidak ada akhir baginya jika rasa sakit nya masih terus menguasai nya.

Erren singgah sesaat ke pemakaman untuk berpamitan dengan biarawan andres di tempat peristirahatan terkahir nya. Ia menaruh beberapa bunga krisan di depan nisan biarawan andres sambil berdoa. Setelah berdoa ia menatap dalam ke arah nisan ayahnya. Terlihat wajah sedih yang kembali membuat memorinya berputar ke masa lalu. Dan nell yang berada di sebelah nya hanya bisa diam tanpa berkata apapun melihat suasana hati erren saat ini.

"Bapa... aku akan pergi.. aku minta maaf, jika nanti akan jarang mengunjungi Bapa disini...aku berharap akan pulang cepat dan segera kembali..aku berjanji, akan jadi anak yang baik..aku akan pulang dengan selamat dan kembali mengurus capel kita, menyalakan lilin2 dan merawat kebun2 bunga kita. Bapa...jika anda bertemu ibu, tolong sampaikan perminta maafku kepadanya. Katakan  kalau aku sangat menyayanginya. Aku menyayangi kalian berdua seperti orang tua kandung ku sendiri...dan jika bapa juga bertemu orang tua kandungku disana, katakan pada mereka, anak mereka akan segera pulang dan berjanji membalas kematian mereka...dan katakan bahwa aku juga merindukan mereka...bapa...beristirahatlah dengan tenang...aku menyayangi kalian..." erren memberi penghormatan terakhir di depan baty nisan ayahnya, dan mengusap air matanya yang tanpa sadar mengalir.

"Ayah mu, pasti bangga memiliki anak seperti mu erren..." ujar nell berbicara di sebelah nya.
Terlihat erren membalas menoleh ke arah nell dengan senyuman di wajahnya.

Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan menuju portal di rumah tua. Desiran angin menerpa wajah dan rambut erren saat meninggalkan pemakaman. Ia menganggap mungkin bapa sekarang, sedang memberi tanda kepadanya bahwa berhati hatilah saat pergi dan mungkin saja ia berbicara melalui angin ini. Sekali lagi erren menoleh kebelakang, kearah nisan biarawan andres. Ia kembali tersenyum dan kembali melanjutkan perjalanannya.

Waktu menunjukan pukul 6 sore. Dan erren pikir ini tidak terlalu terlambat menunju ke portal sebelum jam 9 malam. padahal paman pandai besi itu berpesan untuk tiba ke sana jam 9 malam. Erren berpikir itu tidaklah masalah. Jika saat malam ia menuju kesana, maka terasa sedikit ngeri saat melewati jalan di hutan pinus  yang menuju ke rumah tua itu. Dia tidak ingin membayangkan hal2 yang mengerikan seperti hantu, penjahat, atau bisa saja monster. Ayolah erren...kau sendiri juga seorang monster.... ( gumangnya dalam hati )

Sesampainya di rumah tua, ia membuka pintu portal dengan perlahan yang langsung membawanya ke hutan pinus di dunia yang berbeda saat terakhir kali. Tapi sebelum pintu terbuka utuh ia tiba2 melihat pemandangan mengerikan. Dua pria aneh, memakai pakaian serba hitam, sedang mencengkram  kedua tangan paman si pandai besi itu seolah olah paman itu seperti sedang di tangkap atau di tahan. Darah segar mengalir di pelipis dan bibirnya. Seperti habis di hajar dengan benda tumpul. Erren terdiam dengan posisi nya. Tubuhnya mendadak kaku saat salah satu dari dua pria aneh itu mulai mendekatinya. Tapi, dengan cepat, paman si pandai besi itu melakukan isyarat aneh menggunakan jarinya dan meminta erren  untuk segera lari sejauh mungkin serta memberi tanda padanya untuk lari ke dalam hutan pinus yang menuju ke arah barat.  Sebelum salah satu pria aneh itu mendekatinya, tanpa ancang2 erren langsung berlari dengan posisi menabrak tubuh bagian kanan salah satu pria aneh itu. Ia berusaha berlari tapi pria aneh itu tiba2 menggunakan sesuatu yang membuat kakinya tertahan di tanah. Ya, ini seperti akar yang merambat. namun sangat berduri dan tajam. Semakin ia bergerak kakinya  semakin tergores oleh duri2 dari akar itu.

"Tidak! Aku tidak mungkin berakhir secepat ini! Aku harus bagaimana sekarang?!" ( ucapnya gelisah dalam hati )

"Srattt!!" Akar2 yang menahan kaki kiri nya tiba2 terpotong dengan sesuatu yang sangat cepat.

"La...lari erren.."

"Paman?!"

"Tunggu apa lagi, Ce..cepat lari!!" Teriak paman si pandai besi itu ke arahnya.

Mendengar paman itu berteriak, erren langsung menarik kakinya dari sisa2 akar yang menempel yang menggores kakinya. Rasa perih mulai terasa di kakinya padahal ia sendiri memakai alas kaki. Setiap goresan mengeluarkan darah yang semakin erren bergerak akan semakin terasa sakit. Dan itu menghambat pergerakan nya. Sementara paman si pandai besi itu tengah bertarung dahsyat dari arah belakang nya. Terdengar beberapa bunyi dentuman besar beberapa kali seperti bom. Dengan sekuat tenaga erren berlari dan menggerakan kaki kirinya. Tapi, kecepatannya masih kalah dengan pria yang satunya lagi yang tiba2 sudah berada beberapa puluh meter di belakang nya.

"Tidak!! Mustahil kita akan lolos nell!!"

"Gunakan kekuatan mu !!" Jawab nell dengan lantang

"Apa?! Disaat seperti ini?!"

" tidak ada jalan lain erren!! Kalau terus begini kau bisa mati!!" Balas nell dengan keras

"Ikuti aku, pusatkan kekuatan mu seperti yang terakhir kali kau lakukan di gudang bawah tanah!!  Setelah itu arahkan tangan mu ke orang yang mengejar kita pada hitungan ketiga, lalu ucapkan mantra Scivolo Icebergio tepat arah nya..!! Apa kau mengerti?!! "

"Apa kau yakin aku bisa?!!"

"lakukan saja! aku akan menahan orang itu selama beberapa menit!"

Nell melesat terbang di belakang melambatkan pergerakan nya dan membuat tameng penghalang untuk memperlambat pergerakan org yang mengejar mereka di belakang..terlihat jelas, orang yang mengejar mereka berhasil menembus  satu persatu dan menghancurkan penghalangan yang di buat nell..sementara erren berusaha fokus dan memusatkan kekuatannya. Terlihat energi kebiruan muncul di sekujur tubuhnya dan langsung mengalir ke telapak tangan nya.

"Setelah hitungan ketiga, arahkan tangan mu dengan tepat, ingat! kau harus fokus erren!!"

"Mmmpp... " balas erren dengan anggukan

" SATU......!

" DUA.......!!

" TIGAAAA......!!"

"SEKARANG ERRENNNN!!

"SCIVOLO ICEBERGIOOOOOO!!!!!!"

TO BE CONTINUE 》》

0 Response to "CHAPTER 7 NECROMANCER"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel