Iklan

CHAPTER 6 NECROMANCER


CHAPTER 6
Title : Asgardia
By : Nana Anisa

Malam itu, aku berbaring di tempat tidur ku, melipat kedua tangan ku di belakang kepala dan menatap langit2 kamar.. waktu menunjukan 21:00 malam. Sosok misterius bewujud burung biru kecil itu muncul lagi. Terbang dan hinggap di meja di samping tempat tidur ku, ya...kini aku memiliki teman baru. Teman yang mungkin memang bukan manusia tapi ia cukup mengisi kekosongan Capel disaat hanya ada aku sendiri tanpa Bapa.. ahh aku lupa..bahkan aku lupa menghitung hari setelah kepergian bapa..sekarang aku merindukan nya juga..kapan aku terakhir kali kepemakaman ayahku..tentu saja saat hari di mana ia di makamkan. Ini bukan fakta bahwa aku bukan putranya, walaupun itu menyakitkan tapi Bapa tetaplah orang tua ku. Mereka berdua merawat ku bagai putranya sendiri..aku berharap ia adalah ayah kandung ku. Tapi mengingat jati diri ku..semua itu pupus. Kini aku sendirian..berharap semuanya kembali normal tetapi itu tidak mungkin.

"Nell..?"

"Ya..."

"Aku ragu apakah aku bisa melakukan nya..?" (Tanyaku)

"Payah...itu sudah takdirmu..kau harus menjalani nya.. berlatihlah...setelah ini mungkin kau tidak bisa sesantai sekarang...berubah pikiran pun sudah terlambat..pikirkan jane...? Saat ini yang harus kau lakukan adalah mencari keberadaan nya.." ( jawabnya agak sedikit ketus )

"Aku tau nell....tapi apakah kau yakin aku bisa menggunakan sihir?" ( tanyaku kembali tidak yakin )

"Jika kau tak mencoba nya, kau tidak akan tau hasilnya.."

"Kau benar...... Ahhh aku lupa! " ( kini ku mulai mengingat sesuatu )

"Ada apa?!" ( Jawa nell ikut terkejut )

Tanpa mejawab pertanyaan nell erren buru-buru beranjak dari tempat tidurnya dan langsung berlari ke ruang bawah tanah Capel..langkah demi langkah ia lewati dengan terburu buru. Sementara nell mengikutinya terbang di belakang. Sesampainya di ruang bawah tanah, tempat itu tidak terlalu berdebu tapi banyak sekali barang di dalamnya. Erren mulai mencari kotak album foto yg di sebutkan bapa dalam lipatan surat di dalam kalung yg di berikan jane.

"Aku yakin ada disini..." ( ucapkan ku sambil membongkar barang2 satu demi satu. )

"Kau mencari apa erren..?" ( tanya nell )

"sesuatu yang beharga..." ( jawabku singkat )

Akhirnya erren  menemukan kotak yang di maksud dan di dalam sana ada album foto miliknya dan bapa tetapi ia tidak mengerti apa yang di maksud bapak dengan kotak album foto yang terbuat dari kayu itu. Bahkan isinya hanya foto2 saja yang sudah sering erren lihat. Tidak mungkin bapa mempermainkan ku..pasti ada sesuatu...( ucapku dalam hati )

"Tunggu erren...! "

"Ada apa?!"

Tiba-tiba Nell bergerak kearah kotak itu dan langsung mengangkat bagian dasar kotak dengan cakar kecil nya.

"Apaaa yang kau........???? I...ini......"

"Sudah kuduga kotak ini memiliki sedikit tempat kosong satu lagi di bawahnya.."

Erren terkejut karena selama ini bapak menyembunyikan sesuatu yg sama sekali tidak terpikirkan olehnya.. dan ia baru menyadari hal itu sekarang. Ada sebuah kotak kecil cantik bewarna perak dengan ukiran dan hiasan batu rubi merah yang menghiasi kotak perak itu. Ia mengambilnya dan mencoba membuka apa yang berada di dalam kotak perak itu.

"Argg..Ini susah sekali di buka Nell..."

"Gunakan kemampuan mu..!"

"Ta...tapi...."

"Ikuti aku! Taruh tangan mu di  atasnya..!"

Erren agak sedikit ragu apakah ini akan berhasil..tapi tidak ada salah mencoba.

"Bagus! Sekarang tutup matamu, dan fokus..pikirkan hal2 yang membuat mu teringat tentang ayahmu..luapkan semua perasaan mu hingga ke telapak tangan mu " ( perintah Nell)

"Hal2 yang teringat tentang bapa.....?"

Erren memejamkan mata dan mulai fokus sambil membayangkan apa saja yang membuatnya bahagia saat orang tua nya masih ada. Tiba2 sebuah Energi biru muncul seperti kabut putih di sekujur tubuh erren. seperti listrik energi tersebut berjalan perlahan menuju ke telapak tangan nya..

"Bagus erren!! " ( sontak Nell senang )

awalnya hanya berjalan normal namun tiba2 energi yang muncul dari tubuh erren berubah menjadi ungu kehitaman dan pekat...

"Gawat! Hentikan Erren..!!" ( perintah Nell dengan keras berusaha Menghentikan erren )

Semua benda2 di ruang bawah tanah bergetar hebat..dan ada juga beberapa barang yang terjatuh akibat energi yang di timbulkan oleh erren.

"Tidak, jika terus begini tempat ini akan hancur..aku harus memasuki alam bawah sadar pikirannya..!" ( dengan sigap nell langsung melesat dan masuk ke dalam tubuh erren )

Di alam bawah sadarnya Nell menemukan erren terjebak di sebuah kenangan mengerikan di mana Jane tertusuk di parona saat itu. Dan kebenaran soal biarawan andres yg terbunuh oleh necromancer lain membuat nya menjerit tidak terkendali dalam kenangan itu. Nell berusaha mendekati titik pikiran erren dan membawa titik itu kembali agar keuatannya bisa di kendalikan. Nell  melesat dengan kencang masuk dan menyatu dengan tubuh erren di dalam alam bawah sadar nya saat itu energi murni Nell berbeturan dengan energi hitam dari sisi lain keuatan erren menciptakan dentuman keras yang membuat Erren langsung sadar seketika .

Erren yg berada di dunia nyata tersadar dan terkejut hingga membuka kedua matanya. Telapak tangan nya sedikit berasap dan naas nya kotak itu hampir hangus terbakar..

"Tidak! Erren buru2 membuka kotak itu dan mengambil benda di dalamnya. Ada sebuah batu seperti permata besar bewarna hijau dengan hiasan ukiran emas  yang menjanggalnya. Dan selain batu itu ada juga sebuah sapu tangan putih dengan sulaman bunga camelia ungu di pinggirannya. Tiba2 erren terfokus dengan inisial sulaman "E.V" di sudut sapu tangan itu.

"E.V....?" ( gumangnya dengan wajah penasaran dan bercampur bingung )

Selain dua benda tadi terdapat juga surat dengan sedikit noda darah seperti terciprat di di pinggirannya selain itu dilihat dari kertas itu juga sepertinya jenis kertas yang sudah tua. Dan lagi jenis kertas kasar seperti ini tidak ada di dunia manusia. Bau kertasnya juga khas seperti bau2 kayu atau pepohonan.

Sedikit penasaran erren membuka surat itu dan membacanya,

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Erren Anakku...

Jika kau membaca surat ini, itu tandanya kau sudah dewasa..dan siap mengetahui kenyataan pahit tentang jati dirimu..
Sebelumnya, maafkan kami harus melepaskan mu di dunia manusia...
Ayah dan ibu terpaksa melakukannya karena seseorang akan memburu dan membunuh kami.. demi menyelamatkan mu, ayah dan ibu berkorban agar kau selamat dari kejaran Arlene Grim Reaper Utara...
Cari paman Darlon di asgardia ia adalah paman mu sekaligus yang akan melatih mu menggunakan sihir...
Setelah kau semakin ahli, Ambil pedang Troya milik ayah yang ayah sembunyikan di gua halusinasi di Asgardia...
Satukan batu hijau delvendor bersama pedang troya...
Mulai sekarang itu adalah soul weapon milikmu anak ku...
jangan katakan kepada siapapun selain orang yg kau percaya soal keberadaan pedang troya dan batu delvendor...
Kau bisa melawan Arlene dengan itu, dan akhiri kekuasaan nya..
Erren, jaga dirimu baik-baik di dunia manusia mulai sekarang...
kami menyayangimu...
dari ayah dan ibu...

                                                                 Marlin Townsend

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Erren meremas surat itu dengan kuat.. air matanya menetes membasahi pipinya..kini rasa sakit nya bertambah satu lagi. tangan kanan nya ikut mengepal memegang erat sapu tangan berinisial E.V itu. Hatinya tercabik cabik bagai di tertusuk ribuan pedang.. bagimana tidak ia harus sekaligus kehilangan kedua orang kandung nya di tambah orang yang selama ini merawatnya yaitu biarawan andres. Erren menepuk nepuk dadanya dengan kuat. Merasakan sakit yg amat terasa sakit. Sesekali batin dan suaranya menjerit. Tidak, aku harus membalas mereka. mereka yang membunuh kedua orang tuaku dan bapa!! Aku berjanji tidak akan melepaskan mereka!! Aku berjanji.....( gumang erren dengan kepalannya yang kuat disertai tatapan nya yg tajam dan berlinang )

"Nell aku tau kau memperhatikan ku di belakang.."

"E...eren....k...kau yakin akan kesana?"

"Sudah kuputuskan! aku akan ke asgardia mencari paman Darlon...tetapi sebelum itu, temani aku ke rumah tua di dalam hutan pinus..Akan mencari petunjuk soal Jane..setelah kita mendapatkan pentunjuk, kita akan segera ke asgardia. Mencari paman ku, dan mengambil pedang troya. Setelah itu...akan ku akhiri kekuasaannya. Tunggu saja dendam kalian akan ku balaskan..ayah ibu...bapa...."

Nell hanya memandang erren dengan sedih dan takut sesuatu akan terjadi pdanya..tapi.. itu sudah menjadi keputusan erren.. ini takdirnya..maka dari itu erren lah yang harus mengakhiri semuanya. Walaupun perasaan Nell bercampur takut, tapi...ia percaya bahwa erren dapat mengatasinya.

"Aku percaya padamu...ayo kita
 lakukan...." ( Ujar Nell )

Keesokan harinya

"Kau yakin ini tempat nya erren?" ( tanya nell yang mulai merasa aneh dengan suasana di sekitar nya )

"Ya.. ayo kita coba masuk.. tenang saja aku yakin ini hanya sebuah rumah.."

Erren melangkahkan kakinya perlahan berjalan mendekati rumah itu, Sementara Nell mengikutinya dari di belakang.

"Baiklah... kita sudah sampai di depan pintu..."

"Kau yakin erren? Aku merasa.... ada yang aneh dengan tempat ini...?" ( ujar Nell yg meyakinkan erren sekali lagi )

"Percayalah padaku Nell..sekarang aku akan membuka pintunya..."

Erren mencoba memberanikan diri memutar gagang pintu dan mendorong nya perlahan. Tak lama kemudian...

"I..ini...ba..bagaimana bisa...?"

Mereka terkejut  karena yang berada di balik pintu itu bukan lah sebuah rumah melainkan sebuah tempat dimana mereka
sampai di hutan yg sangat mirip dengan hutan pinus yang mereka lewati saat menuju ke rumah ini. Namun pebedaan nya adalah hutan ini jauh lebih lebat dan luas serta lebih tercium bau khas pepohonan pinus yang lembab.. jalan bebatuan yang di kanan kirinya tumbuh subur rerumputan hijau juga agak sedikit basah dan lembab. Langit2 di tempat itu juga sama persis dengan dunia manusia. Bewarna biru dan juga sedikit tertutup awan putih. Hawanya juga terasa lebih dingin, dan menusuk dbandingkan hutan pinus yang sebelumnya mereka lewati saat menuju kerumah ini.

"Ayo kita coba berjalan kesana Nell...kita tidak tau apa yang berada di ujung sana..mungkin di ujung sana kita bisa menemukan petunjuk soal jane.." ( ujar erren )

"Baiklah... aku mengikutimu di belakang dan berjaga jika ada yg mencurigakan..."

Erren dan Nell berjalan menyusuri hutan yang sama persis dengan hutan pinus di dunia mereka. Ia menoleh ke kanan dan kiri was was jika ada sesuatu yang aneh dan tiba2 muncul.
Mereka terus berjalan hingga sampai di ujung jalan dari hutan itu. Ternyata benar, jika berjalan terus maka akan sampai di suatu tempat. Dan mereka sampai di suatu tempat yang lebih tepatnya mereka berada didataran agak tinggi dan harus menuruni bukit yang agak sedikit terjal.

Erren Nell terkejut melihat pemandangan di depan mereka. Sebuah desa kecil yang di himpit oleh pengunungan dengan hutan pinus yang lebat. Dan juga terdapat sebuah desa sederhana yang masih sangat alami di tengah2 sana, ada sungai dan banyak sekali kebun buah buahan, dan sayur sayuran.

"Aku tidak tau jika ada tempat seperti ini... apa kau ingin coba turun ke desa itu Nell..? Aku ingin ke sana.. aku yakin ada petunjuk tentang jane di desa kecil itu..." ( ajak erren )

"Kemanapun aku pasti akan mengikutimu.. ayo kita turun.."

Erren menuruni bukit terjal itu perlahan. Sementara Nell mendahuluinya. Memeriksa apakah ada masalah atau tidak..

"Cepatlah....dasar lambat..." ( ujar Nell berteriak mengejek erren dari bawah sana )

Sesudah sampai di bawah mereka melanjutkan perjalanan ke arah desa.. terlihat seseorang wanita tua membawa  keranjang coklat berisi jamur dan buah buahan yang baru saja di petik. Erren mencoba menyapa wanita tua itu berharap mendapat sedikit jawaban tentang desa yang disinggahinya.

"Apakah nenek dari desa ini?"

"Kau siapa? Kau bukan berasal dari desa ini.." ( jawab nenek itu agak sedikit kaget saat melihat pakaian yg erren kenakan )

"Aku Erren Xander, aku  berasal dari Carolina selatan.."

Wanita tua itu agak sedikit bingung saat mendengar jawaban erren, sementara Nell hanya menyenggol nyenggol bahu erren dengan sayapnya menandakan wanita tua di depannya tidak tau atau tidak pernah tau negeri Yang bernama Carolina Selatan.

"Nenek tidak pernah mendengar negeri seperti itu...? apa kalian pengembara luar yang ingin ke desa?" ( tanyanya wanita tua itu )

"Iya nek.. kami ingin mencari sesuatu.." ( jawabku )

"Jadi begitu.. siapa nama burung biru kecil yang terbang di sebelah mu..? " ( tanya wanita tua itu kembali yang sempat membuat kami terkejut karena ia bisa melihat Nell )

"Di...dia... teman ku... na..namanya Nell nek..." ( jawab ku agak terbata bata )

"Nama yang bagus.. kebetulan nenek akan ke desa, untuk menjual buah buahan ini..ayo pergi bersama sama saja.."

Erren menangguk dan tersenyum. Ia melanjutkan perjalannya bersama Nell. Erren menyusuri jalan setapak dengan batu2 kecil disusun dengan rapi. di Kanan kiri nya sudah terlihat beberapa rumah penduduk desa walaupun belum sampai ke pusat desa.

"Nek, sebenarnya ini desa apa? "

"Nama desa ini adalah πεύκο χωριό " ( jawab wanita tua itu tapi sayang erren tidak mengerti artinya )

"Maksud nenek....?"

"Apa kau tidak mengerti bahasa Dryad? πεύκο χωριό artinya adalah Desa Pinus.. desa ini di beri nama desa pinus karena desa kami tertutup pegunungan dan juga pepohonan pinus di sekitarnya. Saat musim dingin, hawa di desa ini sangat dingin..dan masyarakat biasa nya mengumpulkan kayu bakar dari potongan pohon pinus untuk perapian.. Rumah penduduk juga terbuat dari pohon pinus.. Kami sangat mengandalakan pohon pinus untuk kebutuhan desa..pohon pinus di desa ini segalanya untuk penduduk desa.. apa yang ingin kalian cari sampai harus jauh2 datang ke desa terpencil seperti ini? " ( jelas penjelasan wanita tua itu sambil bertanya kembali perihal kedatangan mereka )

"Ahhhh itu....mmm....sebenarnya kami kesini ingin mencari seseorang nek..apakah nenek kenal dengan seorang wanita berambut pirang, dia juga memiliki mata yang agak sedikit tajam bewarna coklat...namanya Jane Stanline..." ( ujar erren sambil menjelaskan )

" Jane Stanline..?? Namanya terdengar aneh... sepertinya orang yang kau cari bukan berasal dari bangsa Dryad.." ( jawab nenek itu agak sedikit bingung )

"Apakah jane juga berbohong soal namanya ?? Sial..! Aku harus bagaimana sekarang...?" ( tanya ku kebingungan dalam hati )

"Tetapi gadis dengan ciri2 yang kau ceritakan sering beberapa kali terlihat di desa ini.. nenek sempat melihatnya di sudut desa di sebelah sana..( sambil menunjuk ke arah yang di maksud ) kalau tidak salah terdapat  toko pandai besi yang terkenal di desa ini.. mungkin kau bisa bertanya pada pemiliknya langsung.."

"Benarkah itu nek..?! Itu bagus... kalau begitu aku akan mencarinya kesana.. terima kasih sudah memberi kami jalan..." ( jawab erren dengan senang dan sumringah saat mendengar jawaban dari nenek pembawa buah buahan itu )

"Ayo Nell...! Pasti pentunjuknya ada disana..!"

Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan ke tempat di mana wanita tua itu sebutkan. Penduduk desa yang tak sengaja melihat mereka juga menatap mereka dengan aneh. mungkin karena pakaian yang mereka kenakan berbeda dengan bangsa Dryad. Masa bodoh dengan pakaian ku, yang terpenting sebentar lagi aku akan menemukan mu jane ! ( ujar erren bersemangat )

Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka pun sampai. Toko itu sangat khas sekali. Sangat kental dengan bau besi yang di bakar dan terdengar suara pukulan yang berdenging beberapa kali di telinga.

"Kita sudah sampai..ayo kita masuk nell..!"

Nell mengangguk dan hinggap di bahu erren. Ta butuh waktu lama lagi erren membuka pintu dan langsung menuju ke seseorang pria dengan rambut coklat dan mata bewarna biru gelap yang tengah mengelap atau membersihkan pedang dan juga senjata yang terbuat dari besi di toko tersebut.

"Permisi...." ( sapa erren )

Begitu mendengar suara erren, orang itu langsung menoleh dan melirik tajam ke arah nya.

TO BE CONTINUE 》》

0 Response to "CHAPTER 6 NECROMANCER"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel