Iklan

CHAPTER 5 NECROMANCER



CHAPTER 5
Tiltle : A Decision
By : Nana Anisa

Ku rasakan sebercik sinar yg menerpa mataku yg sedikit terbuka. Ku dengar suara yg samar2 seperti org berbicara, ku buka mataku perlahan lahan. Samar2 ku lihat beberapa bayangan seseorang yang aku sendiri tidak mengerti. Nyeri yg sangat tajam  menjulur di sekujur tubuhku. dan kepala ku terasa sakit setiap kali ku memaksa membuka mata. Aku berusaha memperjelas pengheliatan ku sekarang, dan benar saja, orang2 mengerumuni ku dan menatap ku sangat aneh, mereka berbicara satu sama lain menanyakan apa yang sedang terjadi. Bingung, aneh, khawatir, dan ada juga yg merasa takut padaku. Aku mencoba mengangkat tubuhku sendiri, dan seketika org yg berada di sekeliling ku melangkah mundur karena was was. Jika ku perhatikan sambil menoleh, jalan di mana tempat ku terbaring tak sadarkan diri, semua retak dan sedikit hancur.  Ahhh..sekarang aku ingat apa yang terjadi, semalam merupakan pengalaman yang paling tak biasa untuk ku, apakah itu sebuah mimpi atau kenyataan. Tapi dilihat di mana aku terbangun sekarang aku tau ini bukanlah mimpi. Benar saja, aku melupakan sesuatu. Tapi apa yang ku lupakan? Jane? Jane!.. Benar aku lupa jika kejadian itu melibatkan teman ku jane. sekarang nyeri di kepala ku semakin terasa. aku berusaha menahannya dan bangkit dari posisi ku. Aku ingin menemui jane.. aku ingin bertemu dengan nya..aku ingin tau apakah dia selamat atau tidak..saat ini aku ingin memastikan apakah teman ku itu baik2 saja atau tidak. Jika aku harus memilih, lebih baik itu semua hanyalah mimpi..

Aku berusaha berdiri perlahan. Sementara org2 masih memandangku aneh. aku berusaha meninggalkan kerumunan org2 dan memutuskan menuju parona. Aku hanya ingin memastikan kejadian semalam. Yg berada dipikiran ku sekarang adalah memastikan apakah jane selamat atau tidak saat ini. Mengingat terakhir kali yg ia ucapkan padaku itu sangat membuat ku sakit. Bagaimana ia bisa mengucapkan selamat tinggal dengan begitu mudahnya? Aku tergopoh gopoh memaksa kaki ku berjalan. Sepanjang jalan yg kulewati org2 hanya memandangku aneh entah apa yg ada dipikiran mereka. Mungkin kan baju yg agak sedikit acak2kan dan terdapat sebercik cipratan darah yg kupakai? Ahh.. masa bodoh dengan penampilan ku, saat ini keberadaan jane lebih penting.

Tin.. Tin.. ( Suara klason mobil berbunyi dari arah belakang )
Spontan ku toleh siapa gerangan mobil yg memberhentikan langkah ku. Seorang laki2 keluar menggunakan kaus bewarna putih dan jacket bewarna maroon. Tom?

"Erren! ( sapanya sambil menepuk punggung ku )

"Argg...jangan menepuk keras punggung ku..."

"Erren?! Apa yang terjadi?? Kenapa kau bisa...??" ( ujar nya spontan terkejut melihat penampilan ku)

"Cerita nya panjang... bisakah kau membawa ku ke pantai parona sekarang..." ( aku memohon pada tom )

"Untuk apa? "

"Aku hanya ingin memastikan sesuatu tom.. aku mohon padamu bawa aku kesana.. " ( ucap ku jelas )

"Baiklah.."

Tak beberapa lama kemudian di dalam mobil.. tom memulai pembicaraan nya kembali dan menanyakan perihal tentang apa yg terjadi padaku.

"Erren.. ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi?"

"Mungkin sulit kau akan mempercayai nya..tapi ini benar2 terjadi padaku.."

"Maksudmu?" ( tanyanya kembali penasaran )

"Ya.... maksudku...aku....."

"Jangan katakan siapa sebenarnya dirimu dan para necromancer erren...."

"Aaa?!!" ( tiba2 aku terkejut )

"Ada apa erren?! Kau mengangetkan ku.. mengapa kau berteriak?!" ( ujar tom sambil menoleh melalui kaca mobil )

"Ti....tidak ada apa2..." ( jawabku agak  sedikit panik )

Sebuah suara yg halus tiba2 muncul  dan berbisik di telinga ku, aku terkejut karena suara itu memotong pembicaraan ku, namun untung saja tom sama sekali tidak bisa mendengar nya.

"Jadi...sampai dimana tadi?" ( tanya tom sekali lagi )

"Ahh.. maksudku, mmm... semalam aku bertemu  gangster. Mereka mengeroyok ku di dekat parona.  aku lupa kalau aku menjatuhkan sesuatu di parona jadi..... aku ingin mengambil nya sekarang..." ( ucapku berusaha berbohong )

"Benarkah?! Wahh..tidak biasanya kau terlibat perkelahian? untung saja kau tidak apa2..kenapa tidak lapor polisi saja?"

"Maafkan aku..Aku tidak sempat menelfon polisi.. "

" ahhhh... kau ini... jika aku malam itu aku ada, pasti aku akan membantumu...jika kau bertemu gangster lagi, lebih baik kau lari meminta bantuan..jangan meladeni mereka.. ahh erren....?" ( jawabnya sambil memanggil namaku )

"Ya..?"

"Jika kau butuh bantuan telfon saja aku.."

"Terima kasih tom...disaat bapa sudah pergi, hanya kau keluarga kami yang memperhatikan ku.. aku jadi tidak enak padamu.." ( jawabku mendadak sedih )

"Tidak masalah erren..Ini semua kulakukan karena selama ini paman andres baik padaku.. beliau juga seperti ayahku..aku hanya ingin membalas kebaikan paman andres.. walaupun orang tua ku membenci ibumu...tapi....menurut ku, kalian keluarga yang hangat.. tidak seperti keluarga kami yang sangat dingin.." ( jelas Tom membalas jawaban ku )

"Aku tau Tom.. tidak apa2.. aku mengerti perasaan mu.. terima kasih atas semua kebaikan mu pada keluarga kami..." ( jawab ku memperbaiki suasana )

Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di parona. Namun kondisi di parona sangat ramai karena hari ini adalah hari minggu dan biasa nya orang2 pergi ke pantai untuk berlibur. Kalau begini, ini sedikit sulit...ujar ku dalam hati..

"Di mana kau menjatuhkan barang mu erren..? Disini sangat ramai.. kau yakin barang itu masih ada? " ( tanya tom kembali )

"Aku tidak tau...aku akan mencoba mencarinya.." ( jawabku )

"Kalau begitu aku akan menunggu mu di mobil.."

Dengan anggukan erren membalas tom. Sementara erren langsung bergegas ke tempat di mana jane tertusuk semalam..ia mencari titik lokasi dimana semalam ia dan jane berdebat.. ia berjalan kesana kemari, berputar kesekeliling nya dan terus mencari.
Apakah malam itu benar2 terjadi sesuatu pada jane? Sial..! Jawab ku sedikit putus asa. Namun
Ia menyadari sesuatu.

Tiba2 ia melihat sebuah benda mengkilap bewarna perak tertutup pasir . Lalu ia mendekatinya dan mencoba meraba raba pasir itu. Dan benar saja, ini kalung dari bapa yg di berikan jane untuknya. Tapi iya menyadari sesuatu kembali. Erren mencoba meraba raba pasir di depan nya sekali lagi. Dugaan nya ternyata benar, ini senjata milik jane. Berarti tengah terjadi sesuatu pada jane?!! Apakah malam itu ia terbunuh? Atau ia berhasil pergi? Tidak. Ini membuat ribuan pertanyaan di kepalaku.. Apa yang harus ku lakukan sekarang..? ( tanya ku dalam hati ) tidak erren, saat ini buang semua pikiran negatif mu..aku akan coba menanyakan pada keluarga jane nanti..sekarang aku harus membawa ini untuk nya..( sigap erren yg langsung membawa senjata milik jane yg tampak mencolok di keramaian parona ).

Tak berapa lama kemudian,

"Bagaimana apakah kau mendapatkan.... Ohh, Hey.... apa yang kau bawa?! Pedang besi..??" Ini barang mu yg hilang???"

"I...ini....bukan barang ku yg hilang, benda yg ku cari tidak ketemu. Jadi...aku menemukan ini sebagai gantinya, ini sepertinya barang antik ku pikir aku ingin mengambilnya untuk di simpan sebagai koleksi..." ( jawab erren berusaha berbohong )

"Hmm.. baiklah..sesuka kau saja...ohya! Ini! Ganti bajumu..( sambil melempar pakaian ke arah erren ) aku lupa kalau aku memiliki beberapa kemeja di bagasi. Cobalah! Kau menyeramkan dengan penampilan mu saat ini.."

"Baiklah.. aku minta maaf...sekali lagi terima kasih tom..." ( jawab ku sambil tersenyum ke arah tom )

"Sudah sudah... taruh pedang aneh itu di dalam bagasi.. org2 memperhatikan kita karena penampilan mu dan juga karena kau membawa benda seperti itu.."

Setelah itu akhirnya mereka pergi meninggalkan parona. Dan tom mengantarkan erren turun depan capel rosario. Tak lama kemudian mobil yang di kendarai tom pergi meninggalkan capel. Eren membawa masuk senjata milik jane sambil memperhatikan sekelilingnya. Takut akan ada yg melihatnya atau mengawasinya. Sesampainya di kamar ia menaruh senjata itu di dalam peti dan menaruhnya di dalam lemari sembari menutup nya rapat2. Lalu Ia melepas pakaian atasnya dan memandang dirinya di pantulan cermin. Siapa sebenarnya diriku..? Sambil bertanya tanya di dalam pikiran nya. Tak lama ia pun berbaring sambil mengistirahkan tubuhnya. erren masih belum bisa melupakan kejadian mengerikan malam itu. Bahkan ia tidak percaya kalau dirinya adalah separuh necromancer. Ia terus menatap langit2 kamar berharap jika terbangun semuanya hanyalah mimpi. Bapa, jane... aku ingin kehidupan ku yang biasanya kembali normal.

Keesokan harinya..

"Maaf erren, bibi tidak mengenal tentang siapa yang kau bicarakan.."

"Tolong ingat sekali lagi paman, bibi..kalian memiliki seorang anak bernama jane stanline..!" ( jelas erren berusaha memaksa dua orang lansia di depannya untuk mengingat)

"Maaf erren tidak ada org yang bernama jane stanline di rumah ini..dirumah ini hanya ada putra kami saja, lucas. Kami tidak memiliki anak perempuan.."

Di buat terkejut dan heran erren berusaha meyakinkan mereka, namun tetap saja sia2. akhirnya usaha erren tidak membuahkan hasil untuk mencari jane..ia kecewa, sedih dan kembali putus asa. Ia memutuskan pergi dan kembali tapi di perjalanan suara misterius itu muncul lagi dan berbisik pada erren.

"Butuh bantuan ku...?"

"Aaaaa!!!" ( sekali lagi erren terkejut dan berteriak )

"Hey berisik sekali!...aku tidak akan melukai mu..jika kau berteriak sekali lagi maka aku tidak akan membantu mu..!" ( balas mahluk itu dengan angkuh dan terdengar di telinga erren )

"Ta...tapi...Ma... mahluk apa dirimu...?"

Begitu erren bertanya sosok dibalik suara itu tiba2 muncul disertai sinar biru. Sosok nya bersifat transparan membentuk wujud burung biru kecil yang terbang mengelilingi erren.

"Panggil aku Nell, aku adalah hewan roh milikmu...hmm.. bisa di bilang aku adalah kau.. dan kau adalah aku.." ( singkat mahluk itu terbang di depan erren )

"A..aku ti..tidak mengerti..."

"Bodoh sekali...kau yang memanggilku manusia...aku adalah jiwa mu sekaligus kekuatan mu.. kekuatan mu membentuk wujud ku yg sekarang dan ketika kau membangkitkan nya, maka jiwa mu akan menjadi versi mini dalam bentuk diriku saat ini.." ( pungkasnya menjelaskan )

"Apakah.... saat itu....?? ( tanya erren dalam hatinya sambil membayangkan kejadian di mana ia membebaskan seorang pria yang terbelenggu rantai raksasa di dalam mimpinya waktu itu )

"Ja... jadi....jiwa ku bisa membentuk burung biru kecil seperti dirimu...?"

"Hey! aku bukan sekedar burung biru kecil! Jangan remehkan aku! kekuatan mu adalah aku.. aku bisa berubah menjadi hewan roh perkasa jika kau menginginkannya..."

"Ma.. maksudmu....?" ( tanya ku masih tidak mengerti )

"Ahhhh.... sudahlah! Kau memang payah! Nanti kau akan mengetahuinya sendiri! Sekarang apa kau perlu bantuan ku mencari teman mu..?"

"A..apa kau bi...bisa membantuku burung kecil?"

"Sudah kubilang aku bukan burung kecil! Namaku Nell!!! Panggil aku Nell!!! " ( jawab nya ketus )

"ahhh.. maaf... maafkan aku Ne..Nell....jadi kau sungguh akan membantuku mencari jane...?"

"Tentu saja!! Teman mu menguasai sihir manipulasi. itu seperti menghinoptis seseorang. kemungkinan teman mu memakai itu untuk memanipulasi kedua orang tadi. " ( jelasnya )

paman dan bibi? Benarkah Ada sihir semacam itu Nell? Tapi aku mengenal jane sejak kami masik kanak2...? Mungkinkan saat itu... dia memang sudah menggunakannya?"

"Yapss!!  Tepat sekali! Jane adalah immortal. Kemungkinan selain menggunakan sihir manipulasi ia juga menggunakan sihir perubah bentuk. Semua necromancer bisa menggunakan sihir dan abadi kecuali dirimu karena kau adalah separuh manusia erren..."

"Jadi begitu...aku mengerti sekarang...tapi apa kau tau apa tujuan jane berada disini..?" ( tanya ku kembali penasaran )

"Jika kau bertanya seperti itu maka aku tidak bisa menjawab, sebab roh hewan seperti ku hanya tau apa yang diingat dan dirasakan aku yang berada dalam bentuk dirimu..mungkin kau bisa bertanya langsung pada roh hewan milik teman mu.." ( jawabnya menjelaskan )

"Roh hewan miliknya? Tapi aku tidak tau caranya..?"

"Senjatanya...kau memiliki soul weapon milik jane bukan? Soul weapon atau senjata roh bisa memanggil roh hewan dalam diri teman mu..soul weapon dan roh hewan itu terhubung dengan pemiliknya"

"Benarkah?! Kalau begitu ayo bergegas kembali Nell!!" ( jelasnya membuat ku langsung sumringah melangkahkan kaki)

"Eits!! Bersabarlah! Apakah kau sendiri tau cara memanggil roh hewan milik orang lain??"

"Tidak..." ( jelas ku kembali lemas )

"Sebelum kau memanggil roh hewan, apakah kau sudah bisa mengendalikan kekuatan mu erren? Pertama tama,jika kau ingin memanggil roh hewan milik orang lain kau harus bisa mengendalikan kekuatan mu dulu..Lalu, setelah itu..kuasai sihir pemanggilan pentagrammon, setelah kau menguasainya baru kau bisa belajar menggunakan sihir yang lain. Kau tidak bisa melepaskan kekuatan mu sembarangan erren, itu akan berbenturan dengan energi dari soul weapon milik jane....dan.....necromancer lain akan merasakan kekuatan mu, itu sama saja kau mengundang keberadaan mereka. Itu jelas akan membahayakan dirimu." ( jelas Nell )

"Jadi kita harus bagaimana Nell? Aku benar2 ingin tau apakah jane baik2 saja atau tidak.. aku tidak bisa berlama lama menunggu.." ( ucapku pasrah )

"Aku mengerti perasaan mu erren.. apa yang kau rasakan aku juga merasakan nya..pertama tama, temukan petunjuk yang di beritahu teman mu terakhir kali.."

"Pentunjuk? Kau benar Nell! Aku ingat ingat sekarang! Terakhir kali dia menyuruh ku untuk ke rumah tua di dalam hutan pinus!! "

"Itu dia!!"

"Baiklah aku akan segera kesana dan menemukan jane!!"

"Tunggu! Tidak sekarang erren..!" ( tegas burung kecil itu memberhentikan langkah erren kembali )ū

"Kenapa? Bukankah lebih cepat lebih baik Nell..."

"Hari akan petang, kau tau..kekuatan mu separuh bangkit tetapi keahlian mu sekarang belum cukup untuk melindungi dirimu sendiri..saat petang itu adalah dunia necromancer dan grim reaper.. mereka keluar di malam hari untuk menggiring arwah org mati..necromancer yang tidak punya ikatan dengan dunia asgardia adalah necromancer liar. Biasanya mereka mencuri energi dari jiwa2 yang tersesat sebelum naik ke alam baka. saat mereka tau jika kau adalah separuh dari necromancer..maka itu akan menguntungkan mereka erren..kau harus melatih kemampuan mu sebagai setengah necromancer jika kau ingin melindungi dirimu sendiri atau orang lain.."

"Kau benar...kita tak perlu terburu buru..tapi aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan menemukannya..walaupun ini akan sulit, aku akan berusaha Nell..setidaknya jika aku bisa menguasai kekuatan ku, aku berjanji akan melindungi orang2 yang aku sayangi..bantu aku Nell! " ( tegas erren meyakinkan dirinya sendiri sambil menatap percaya diri ke arah burung biru kecil itu )

Burung biru kecil itu tersenyum dan terbang berputar mengelilingi erren..erren hanya bisa tertawa melihat tingkah konyol Nell. Sepanjang jalan mereka hanya bercanda dan tertawa. Walaupun org akan berfikir bahwa erren pastilah gila karena berbicara sendirian. Tapi itu tidaklah penting. Faktanya, sekarang perjalannya baru akan di mulai dari sini..

"Jane, tunggu aku....."

TO BE CONTINUE 》》

0 Response to "CHAPTER 5 NECROMANCER"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel