Iklan

CHAPTER 4 NECROMANCER


CHAPTER 4
TITLE  :  A FAREWELL
KARYA  :  NANA ANISA

"CRATSSSS!!!"

"Apa yang kau lakukan?!!!"

darah segara mengalir dan menyebur saat pedang itu di paksa untuk menancap di dada jane. Rasa perih dan menyakitkan mulai menjalar ke sekujur tubuhnya. Sementara jane hanya diam sambil meringis kesakitan. Kakinya mulai lemas perlahan. Tubuhnya hampir tumbang dan jane berusaha mempertahankan kesadarannya.

Pedang yang masih tertancap itu berusaha erren cabut namun sayang, jane tetap menolaknya. Ia masih keras kepala mempertahankan pedang yang menancap itu di dada nya. Erren bingung harus berbuat. Jika ia menelfon polisi atau rumah sakit sekarang pun, kemungkinan jane akan berada dalam masalah yang sangat besar karena ia bukan manusia. Tapi di sisi lain jika erren diam saja, maka nyawa jane taruhan nya.

Tak butuh beberapa menit jane yang berdiri sembari mempertahankan kesadarannya pun akhirnya tumbang di depan erren. Spontan erren menangkap tubuh jane yang sudah melemah itu.

"Apa kau bodoh hah?!! Apakah kau mau mati seperti ini setelah kau membunuh bapa?!!" Bentak ku dengan kesal, disusul perasaan pilu dengan apa yang ku lihat di hadapan ku.

"i…Ini… keputusan ku erren…aku berjanji pada biarawan andres, setelah aku membunuh nya….a…aku….akan membunuh diriku sendiri…."

Air mata ku jatuh kembali. Hatiku memang sakit saat aku tau jane membunuh ayahku. Tapi mengapa ia harus ikut mengakhiri hidup nya? Apakah aku harus kehilangan orang-orang yang aku sayang lagi karena takdir dan kenyataan kejam tentang diriku? Persetan dengan siapa aku! Saat ini aku hanya berharap bisa memutar waktu kembali saat hari-hari ku tenang tanpa masalah apapun. Dan sekarang aku terjebak di takdir yang tak pernah ku mengerti.

Mata ku panas dan kepala ku mulai pening, air mata ku masih terus mengalir melihat kenyataan pilu yang ada di hadapan ku sekarang, jane melihatku dengan tatapan sayu menandakan bahwa ia sedang sekarat. Ingin sekali kucabut pedang itu dari dadanya. Namun, jika ku cabut darah yang keluar akan jauh kebih banyak. Dan bisa saja itu akan membunuh jane.

"Erren…a…aku minta maaf karena sudah membunuh a…ayahmu….tapi…a….asalkan kau tau, aku membunuhnya karena itu permintaan terakhirnya.. yang berurusan dengan ayahmu bukanlah manusia erren.. a…ayahmu… menukar kan nyawanya untuk melindungimu dari……da..dari……" jelas jane berusaha mengucapkan satu kata berikutnya.

"Dari apa?!"

"Arron…."

"Arron?! Siapa dia?" Tanyaku kembali tidak sabar.

" ta....tangan kanan Ravael….grim reaper utara…"

------------------------------------------------------------------------------------------

Some Time Ago ( beberapa waktu lalu )…

Siang itu Hujan deras mengguyur kota carolina selatan. Terlihat seorang biarawan yang tak lain adalah biarawan Andres alias Bapa ( ayah erren ) berjalan teburu-buru menggunakan payung hitam hendak menuju arah pulang.

"Aku harus cepat pulang...erren pasti sudah menungguku…" gelisahnya dalam hati karena terlalu lama keluar meninggalkan capel.

Tiba-tiba…

Kejadian aneh terjadi, air hujan yang turun dengan derasnya berhenti bergerak di udara. Dan semua yang ada di sekitarnya berhenti bahkan arloji yang ia kenakan berhenti bergerak kecuali dirinya.

"Ya tuhan Apa ini?! Apa yang terjadi..?!" Ucapnya terkejut sambil membelalakan mata melihat ke sekelilingnya.

"Kau pasti terkejut bukan?"

Bapa semakin di buat terkejut ketika mendadak ada suara yang muncul dari arah belakang nya. Ia pun berbalik perlahan ke arah belakang. Terlihat Sesosok pria seumuran erren dengan rambut berponi bewarna putih terang yang hampir menutupi matanya. Sosok itu memakai jas hitam rapi dengan satu anting-anting taring kecil di sebelah kirinya dan beberapa kuku tangan yang terlihat panjang bewarna hitam.

"Siapa kau?" Tanya biarawan andres yang cukup tenang mengatasi situasi tidak masuk akal di tempat itu.

"Kau bertanya siapa aku? Cih.. aku tak butuh pertanyaan mu itu manusia..yang aku butuhkan adalah menghabisi putramu saat ini juga.."

"Tidak! Tidak akan ku biarkan kau menyakiti putraku sedikit pun!" Tegas Bapa tanpa rasa takut.

"Cih.. baiklah… jika kau tidak mau memberitahuku.. maka aku yang akan menjemput nya.. aku tau…. Putramu sedang berada di tempat itu bukan?… Capel Rosario…"

"Tidak! Dia tidak ada disana! Kau tidak akan menemukan nya disana monster..!!"

"Apa? Monster katamu? Hahaha… kau barusan mengatakan aku monster…? Hmm.. baiklah… sepertinya mulut mu itu perlu aku cabik-cabik agar lebih sopan…"

Mahluk dengan sosok yang mirip manusia itu dengan sekejap sudah berpindah tempat di hadapan biarawan andres. Tanganya mencengkram kasar rahang biarawan andres. Terlihat biarawan andres yang sulit menggerakan kepalanya. Tangan nya hanya bisa menahan dorongan tangan yang begitu kuat itu.

"Demi nama Yesus, Maria, dan Yosef… tolong hambamu dari mahluk ini.. hancurkanlah kejahantan dari muka bumi.." jelas bapa berdoa kepada Tuhan dengan tenang sambil mengucapkan beberapa kalimat selanjutnya.

"Hahaha… kau pikir aku akan terbakar dan musnah seperti di film-film? Apa kau lupa jika necromancer bukan iblis atau setan? Doa-doa mu itu tidak mempan untuk bangsa kami manusia…" jawab nya santai seolah tak ada reaksi apapun.

"A..aku…tidak akan membiarkan kau menyentuh putraku…" jelas bapa yang hampir kehabisan nafas.

Mahluk sejenis necromancer itu mendorong biarawan andres beberapa meter kedepan dengan posisi terpental. Namun sesosok wanita berambut coklat berhasil menangkap tubuh biarawan andres dengan gesit.

"Serena… kau datang rupanya.. lama tidak berjumpa…"

"Lepasakan biarawan andres… dia bukan lawan yang sebanding dengan mu.."

"Ahhh… jadi kau membela manusia ya…baiklah.. " jawabnya tersenyum tajam ke arah wanita bernama serena yang tak lain adalah jane.

"Bapa..kau harus tenangkan dirimu disini.. aku akan selesaikan ini.."

"Jane… bapa meminta satu permohonan untuk mu…"

"Apakah ini soal erren…?"

"Lindungi erren putraku dari orang jahat.. "

Serena yang tak lain adalah jane mengangguk mendengar perkataan Biarawan andres dan menyenderkan nya di sebuah pohon tepat di pinggir jalan tersebut.

"Cukup arron! Kau harus pergi tinggalkan tempat ini!" Bentak keras serena alias jane berdiri menghadap beberpa meter ke arah sang necromancer bernama arron.

"Apakah kau baru saja memerintah ku serena?!" Jawab necromancer yang bernama Arron itu hampir emosi.

"Tepat.. jadi.. tinggalkan tempat ini.."

"Cih..!"

Dengan kecepatan tinggi di sertai kilatan cahaya dan sihir mereka bertarung membabi buta layaknya hewan buas. Sihir demi sihir jane keluarkan begitu juga dengan arron. Jane semakin kewalahan menghadapi arron yang terkenal dengan soul weapon ( senjata roh ) miliknya. Karena soul weapon miliknya adalah salah satu dari 4 soul weapon terkuat dalam sejarah bangsa necromancer. Dan arron bisa mendapatkan Zertrium karena ia membunuh Zalea ibunya sendiri ( salah satu dari 4 pemimpin necromancer penjuru mata angin) Dan itu membuat jane beberapa kali terpental ke tanah karena kekuatan nya.

"Argg…!! Aku tidak sanggup melawan arron.. dia terlalu kuat.." ujar batin serena kala itu yang mulai kewalahan dan kesakitan karena hantaman soul weapon milik arron.

"Tapi.. jika aku kalah sekarang ma..maka bapa dan erren….…" ucap serena sekali lagi sambil menoleh ke arah bapa yang terduduk lemas di pohon.

energi serena mulai habis dan ia tak sanggup jika harus melawan arron sendirian. Apalagi soul weapon milik serena tidak sekuat milik arron.

"Zack..bantulah aku sekali lagi…" ujar serena yang berbicara pada soul weapon miliknya yang cahayanya meredup karena hantaman pedang zentrium milik arron.

"Ada apa? Apa kau menyerah sekarang serena.. bukankah tadi kau begitu percaya diri ingin bertarung dengan ku?" Jelas arron dengan senyuman nya yang tajam ke arah serena yang tergeletak kesakitan.

Sementara itu bapa terduduk lemas tak berdaya menyaksikan pertarungan keduannya. Ia memegang dadanya yang sakit karena dorongan tangan arron yang membuat nya terpental beberapa meter ke depan.

"Jane….la..larilah…tinggalkan bapa dan bawa erren pergi jauh da..dari tempat ini…. "

"Bapa… aku tidak bisa meninggalkan anda disini… erren tidak akan bisa hidup tanpa anda.." jawab jane yang perlahan bangkit mendekati biarawan andres yang kesakitan juga.

"Waktuku sudah tiba jane...sudah saatnya erren mengetahui yang sebenarnya.. kau tidak perlu menyelamatkan aku.. ambil pedang mu dan tusuk aku…jiwaku akan menjadi sumber kekuatan pedang mu untuk melawan nya.."

"Tidak bapa! Apa yang anda katakan?!.. aku tidak bisa melakukan itu pada anda..!" Tolak jane terkejut dengan jawaban biarawan andres.

"Ka..kau… harus melakukan nya.. ini demi erren putraku… bahkan jika aku mati sekarang… setidaknya masih ada seseorang yang menyayanginya seperti dirimu.... walaupun erren bukan putra kandungku, tapi setidaknya aku dan miranda sangat bahagia sudah membesarkan nya seperti anak kandung kami sendiri..maka dari itu, de..demi… melindungi nya… kau harus membunuhku.." jelas bapa di hadapan serena yang mulai menitikan air matanya karena tak sanggup menyanggupi permintaan terakhir biarawan andres.

"Bapa…aku tidak bisa melakukan itu pada anda…aku tidak bisa…"

"Aku percaya padamu jane.. kau satu-satunya teman putraku…berjanjilah padamu untuk selalu melindungi nya… dan satu lagi… berikan ini pada erren…" biarawan andres merogoh sebuah kalung yang ada di balik bajunya. kalung itu berbentuk maria dan ketika di buka isinya terdapat secarik surat yang dilipat.

"Berikan ini pada erren setelah aku tidak ada di dunia ini.."

Air mata serena semakin mengalir dengan deras. Ia tak tau harus berbuat apa. Saat ini Ia tak sanggup meyanggupi permintaan itu. Di sisi lain arron tersenyum puas melihat penderitaan kedua nya.
"Apa yang harus ku lakukan...." ujar batin serena yang menanyakan pertanyaan sama.

"Lakukanlah nak…" ucap bapa sambil tersenyum sambil memegang tangan milik serena.

Beberapa menit di rundung konflik batin, akhirnya serena alias jane memutuskan untuk melakukan hal yang sebenarnya tak sanggup ia lakukan. Dengan sangat terpaksa ia mengambil pedang nya yang terjatuh di tanah dan langsung mengarahkan zack ( soul weapon milik serena ) ke dada biarawan andres.

"maafkan aku erren… " ujar batin serena kepada erren untuk terakhir kalinya melihat Biarawan andres.

"CRATSSS!!!!" Darah segar mengalir dan menyebur dari mulut biarawan andres kala itu. Sementara tangan serena bergetar setelah melakukan hal keji itu pada ayah teman nya sendiri. Spontan serena mencabut soul weapon nya dan membuangnya berusaha menyelamatkan biarawan andres namun terlambat..biarawan andres sudah pergi untuk selamanya.

Sementara di arah yang lain arron tertawa bahagia melihat aksi serena yang menusuk biarawan andres di depan matanya.

"Hahaha bodoh sekali… manusia bodoh itu mengorbankan nyawanya hanya untuk necromancer seperti dirimu…? Hahaha.. tapi ada untung nya kau membunuhnya serena..hahaha…"

"Diam!! Kau pikir aku mau melakukannya..?!! jika bukan karena teman ku.. aku tidak akan melakukan itu monster..!! Zack!!" Tegas serena memerintahkan soul weapon nya yang langsung melesat ke arahnya.

"Hahaha…Ini yang aku suka darimu serena…ayo kita bertarung sampai salah satu diantara kita mati..."

Tanpa aba-aba terlebih dahulu arron melesat ke arah serena membawa zentrium yang mulai haus pertarungan. Serena masih dalam posisi nya menunggu kedatangan arron yang berlari ke arahnya secepat kilat. Dengan mengangkat zentrium di tangannya arron dapat membuat lawannya ketakutan sekejap. Tetapi, serena alias jane saat itu hanya bisa berharap soul weapon miliknya bisa bertahan dari bentrokan keras zentrium.

"Jika aku juga berakhir disini maka…. Erren…."

"BLEDARRRRR!!!!"

petir menyambar tepat di tengah-tengah pertarungan sedetik sebelum arron melayangkan zentrium ke arah serena.

"Apa?!!!" Ucap arron dan serena terkejut.

"Arron… aku sudah mengatakan padamu jangan melakukan hal bodoh di luar perintah ku.." tegas sebuah suara di balik awan gelap yang menggema di langit

"Tuan ku Ravael…..maafkan aku… aku tidak bermaksud untuk bergerak sendiri di luar perintah mu..!"

"Baiklah.. ku ampuni kesalahan mu.. kembalilah ke Asgardia sekarang juga..."

Suara itu menghilang disertai arron yang lenyap di hadapan serena.

"Kita akan bertemu kembali.. sampai saat nya tiba, aku akan membunuh mu serena.."
Ucap arron terakhir kali sebelum ia memutuskan pergi meninggalkan tempat itu. Waktu dan Situasi yang tadinya sempat terhenti karena ulah arron, kemudian bergerak kembali. Serena alias jane sadar bahwa tubuh bapa masih tergeletak di bawah pohon. Melihat mayat ayah temannya mati karena dirinya membuat penyesalan dan dilema menyakitkan di hatinya. Ia membawa tubuh biarawan andres tepat di keramaian jalan dan membuat sebuah tipuan mata bahwa ini adalah kecelakaan tabrak lari agar para manusia menyangka ini memang kasus kecelakaan.

---------------------------------------------------------------------------------------
Back To The Initial Story ( kembali ke cerita awal ) ….

"Se..seperti itulah kenyataan yang sebenarnya erren…" ucap jane yang memandang sedih ke arah erren teman nya yang hanya bisa menitikkan air mata nya kembali tanpa berkata apa2.

"i…ini…." terlihat jane memberikan secarik kertas yang pernah biarawan andres berikan padanya.

"Apa ini..?" Tanya erren.

"I..ni.. pesan dari bapa untuk mu…" setelah erren mengambil secarik kertas itu kemudian dengan perasaan gundah ia membuka nya perlahan dan membaca setiap bait kalimat di dalam secarik kertas itu

Untuk erren putraku…

ayah dan ibu tidak membencimu... kami berdua menyayangimu seperti putra kami sendiri…maafkan kami karena berbohong banyak kepada mu… jika kau membaca surat ini, berarti kami berdua sudah pergi...

bapa meninggalkan sesuatu untukmu di kotak album foto yang bapa simpan di ruang bawah tanah capel... Ambilah benda itu..dan simpan baik-baik...jangan sampai orang jahat mendapatkan nya… maafkan bapa erren… kami menyayangimu…

                                                       Dari ayah dan ibu….

Seketika kesedihan erren semakin menjadi ia berteriak keras sambil meremas secarik surat itu di tangan nya. Seolah tak perduli dengan sekitarnya ia meraung raung memukul mukul dadanya yang terasa perih. Menyadari kenyataan dan kebohongan yang selama ini hidup dalam dirinya. Ia hampir seperti orang gila yang menangis tak karuan di hadapan jane yang sudah lemas tak berdaya. Jane hanya bisa menitikkan air matanya juga tanpa bisa berbuat apa-apa untuk erren. Jane mengusap air mata erren yang mengalir dengan deras di depannya.

"Ja...jangan menangis erren….ba..bapa dan ibumu akan semakin sedih melihamu seperti ini dari atas sana..." sekali lagi jane berusaha menenangkan erren dengan tangan nya yang mulai lemas. Namun tetap saja erren masih tenggelam dalam kesedihannya, dengan tatapan yang mulai kosong seperti bukan erren biasanya.

Sebuah gejolak aneh terasa di sekujur tubuh ku mendadak suhu tubuh ku menjadi naik. Terasa panas seperti api. cahaya aneh bewarna merah tiba-tiba keluar dari sekujur tubuhku. Menguasai seluruh tubuhku hingga ke kepala membuat ku menjadi berbeda dalam waktu singkat. Jane yang terkulai lemas karena tusukan itu juga bisa merasakan kekuatan aneh ku yang tiba-tiba bangkit karena kemauan ku sendiri. Seketika pasir dan laut yang tenang bergejolak seolah olah memang benar aku yang mengendalikan. Angin berhembus lebih kencang, air menjadi semakin pasang dan hantaman obak juga semakin keras. Pasir-pasir pantai beserta tanah malam itu di parona terangkat dan membumbung di udara. Jane teman ku hanya bisa terdiam dan terkejut membelalakan mata merasakan kekuatan mengerikan yang begejolak dari tubuh ku. Kesadaran ku sebagai manusia hilang seutuhnya. Dan sesuatu yang tak beres mengendalikan tubuhku dan pikiran ku. Aku hanya bisa mendengar sebuah suara yang berteriak padaku namun aku tak tau siapa itu. Kesadaran ku seperti di makan oleh sosok mengerikan yang mengambil alih tubuhku. Siapa ? Apa mau mu dalam tubuh ku? Di tempat lembab itu hanya ada aku dan kegelapan saja.

"Erren…apakah kekuatannya bangkit?!….tidak! Erren! sadarlah! Kau tidak bisa begini!! Sadarlah errennnn!"

"Kretak kretakkk…." Terdengar Suara tanah yang terbelah kecil seperti efek gempa. Semua benda di sekeliling mereka mulai batu hinga benda mati membumbung ke udara.

"Ti...tidak! Jika begini…ravael dan anak buahnya akan menyadari kebangkitan erren dan tempat ini akan hancur karena kekuatannya..dan kekuatan nya sekarang...ternyata lebih besar dari dugaan ku... ini kah kekuatan si darah campuran?! Tapi…bukan kah ibu kandung erren seorang manusia biasa? Tidak mungkin wanita yang dicintai tuan marlin adalah keturunan lamia..?? " ujar batin jane yang terkejut dan masih menduga duga asal usul kekuatan erren.

Catatan :
Lamia sendiri adalah sosok iblis di mana ia memang menggoda manusia. Bukan untuk diajak sesat melainkan dinikmati. Bukan pula menikmati dalam hal bercinta atau semacamnya, tapi layaknya makanan alias disantap. Menurut cerita-cerita legenda, tidak ada satu pria pun yang bisa lolos dari Lamia. Berawal dari tatapan penuh pesona, Lamia membuat para pria bersemayam di lambungnya.

"Kalau memang benar... maka legenda kuno itu akan benar-benar terjadi! Dan bangsa necromancer akan musnah...! tidak! Tidak mungkin tujuan tuan marlin sebenarnya….??" Ucap jane berkali kali menduga duga kemungkinan yang akan terjadi setelah ini.

"Sadarlah erren!! Kau akan menghacurkan tempat ini!!" Teriak jane lantang masih tak berdaya di posisinya.

Sementara itu..jane menyadari sebuah sosok yang tiba-tiba datang dari arah kejauhan dan melayang menuju ke arah mereka.

"Dimitri! Lumiere! Tidak! mereka sudah datang! aku harus bagaimana sekarang?!" Gelisah batin jane bingung apa yang harus di lakukannya sementara dua sosok itu sudah hampir mendekat. Sebenarnya jane masih memiliki sedikit kekuatan untuk membuat portal pemindahan. Tapi jika ia gunakan kekuatannya, maka itu sama saja dengan bunuh diri. Mengingat kekuatannya sudah berkurang semenjak pertarungannya dengan arron waktu itu.

"Maafkan aku erren… sepertinya kita harus berpisah disini…jaga dirimu baik-baik...jika kau sudah sadar nanti… aku meninggalkan sebuah pesan di rumah tua.. disana perjalanan mu akan di mulai.. maaf, jika aku tidak bisa menepati janji ku pada bapa untuk menjaga mu.. imperioo!! "

Tiba -tiba sebuah portal besar berbentuk pentagram lima segi muncul di tanah tepat di bawah erren.

"Imperio lavioska!!!"

Pentagram lima segi itu berputar searah jarum jam dengan cepat begitu jane mengucapkan mantra sihirnya. Seketika erren yang pada saat itu kehilangan kesadaran nya karena di kendalikan kekuatannya tersedot dan masuk ke dalam portal yang ada di bawahnya. Kekuatan erren dan portal itu sempat bersinggungan namun jane dengan sedikit kekuatannya berusaha sekuat tenaga menahan portal itu agar tetap terbuka walaupun ia tau setelah ini kekuatannya akan menghilang atau resiko kematian akan terjadi, jane sama sekali tidak memperdulikan hal itu. Baginya erren adalah teman satu-satunya yang harus ia lindungi. Rasa bersalah akan kematian bapa, dan kenyataan yang harus dihadapi erren sudah cukup sebanding apabila jane harus mati saat ini. Walaupun pada akhirnya erren akan selamat dan sendirian namun setidaknya dirinya sudah berkorban untuk sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya yaitu "Teman".

"Selamat tinggal erren…….

*To be continue…

0 Response to "CHAPTER 4 NECROMANCER"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel